Ceritanya, kami sedang membangun sebuah sistem yang berhubungan dengan smart card. Sistem ini dalam pengertian hardware dan softwarenya. Saya bertanggung jawab atas pengembangan hardware yang berhubungan dengan pembacaan smart card dengan sebuah device yang akan dikembangkan.

Setelah mencoba googling kesana kemari, didapatkan dua kandidat yang dipersiapkan menjadi basis dalam pengembangan sistem smart card ini. Kandidat pertama adalah produk-produknya Atmel. Atmel ini memiliki banyak produk yang berkaitan dengan smart card. Komponen yang mereka tawarkan ada berbagai macam. Mulai dari IC yang spesifik, kartu-kartu, application note yang beragam, hingga SDK.

Kandidat kedua adalah produknya ACS. ACS menyediakan sebuah sistem yang sudah tinggal digunakan. Reader yang mereka miliki sudah tinggal ditancapkan ke port komunikasi (USB atau serial port), install drivernya, dan gunakan. Reader milik ACS comply dengan beragam kartu, baik memory card atau microprocessor card.

Setelah berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk memilih kandidat kedua: ACS. Produk yang dipilih adalah ACR30. Ini adalah satu-satunya reader keluaran ACS yang menggunakan mode komunikasi RS232. Dengan demikian, akan mempermudah koneksi dengan beragam mikrokontroler yang selama ini sudah digunakan.

ACR30 kami dapatkan dengan memesan ke digiware, sebuah toko online yang menyediakan berbagai macam komponen elektronik. Kelebihan memesan ke digiware adalah posisinya yang relatif dekat (Surabaya, bukan di luar negeri) dan dikirim menggunakan TIKI yang akan sampai dalam 2 hari.

Setelah pesanan sampai, ternyata tidak ada sisipan CD sama sekali. Artinya, segala bentuk dokumentasi serta driver yang dibutuhkan, harus kami hunting sendiri. Cukup kecewa juga. Tapi tak mengapa, akhirnya kami bergerilya untuk mencari berbagai harta karun yang bisa digunakan untuk menjalankan smart card reader ini. Dimulai dari mendownload dokumentasi-dokumentasi ACR30, menelaahnya, mencoba beberapa fungsi, hingga mencari sample (dan demo) program yang berhubungan dengan smart card.

Rencananya, untuk mengakselerasi pengembangan hardware, kami akan mengembangkan aplikasi smart card di PC yang berasal dari aplikasi-aplikasi sample atau demo yang tersedia, kemudian merekam keluarannya melalui port serial. Perintah-perintah yang terekam inilah yang nantinya akan diinjeksikan ke dalam mikrokontroler, agar pengoperasian dapat berjalan sendiri, tanpa bantuan sebuah PC.

Hasil dari gerilya kami memang membuahkan hasil, tetapi sangat minim. Hanya ada beberapa sample program saja yang available di internet. Itupun menggunakan ActiveX proprietary yang demo version, yang dengan demikian fungsi-fungsinya sangat terbatas. Sebenarnya semua tool untuk mempelajari cara kerja smart card reader ini sudah tersedia. Hanya saja jika kami lakukan mulai dari awal dengan metode standar, diperkirakan akan membutuhkan waktu yang sangat lama. Untuk itu kami membutuhkan langkah akselerasi, dan ada dua alternatif dalam melakukannya.

Pertama, membeli SDK. Kedua, membeli lisensi ActiveX yang sudah disebutkan tadi. ActiveX ini sumbernya dari sini. Berdasarkan beberapa pertimbangan, kami memilih untuk membeli SDK. Kegunaan SDK terutama adalah membedah dan menelaah sample programnya, serta mengembangkannya menjadi sesuai dengan kebutuhan kami. Masalahnya, ternyata ACS tidak mengeluarkan lagi SDK untuk ACR30 (mungkin sudah diskontinu). Yang ada adalah ACR38, ACR88, ACOS5, AET60, dan AET63. Yang agak kompatibel dengan ACR30 hanyalah ACR38. Akhirnya kami sepakat untuk membeli ACR38.

Hasil dari googling, ternyata distributor resmi ACS di Indonesia ada di Bandung, tepatnya di jalan Sarimadu, Sarijadi. Dan itu berarti adalah tetangga kami. Cukup kaget juga waktu tahu hal ini. Kalau tahu sejak awal, kami tidak akan memesan ke digiware, cukup ke ‘tetangga’ ini, dan dengan harga distributor. At least, kami tahu kemana memesannya jika membutuhkannya lagi di kemudian hari.

Ketika saya dan Mas Taufik mengunjungi kantornya, muncul ide untuk membeli SDK ACR120 saja. Keuntungannya kita mendapatkan SDKnya dan mendapatkan sebuah reader contactless. Yang itu berarti peluang untuk segera mengembangkan produk lainnya. Jadilah kami mengambil SDK ACR120. Kebetulan pula, kami diperbolehkan mengkopi isi CD dari SDK ACR38. (Aha!! Beli satu dapat dua!)

Di dalam paketnya, ada sebuah reader, reader combi, beberapa buah kartu, dan tentunya CD-ROM yang berisi SDK. Subhanallah, serasa mendapatkan harta karun.

Next Step: Hard Work!!



One Response to “SDK ACR120, A TREASURE”  

  1. 1 hery

    mas cara penerapannya gmana sih wah kan mw buat tugas buat kartu smart card untuk pemilu gethu mas ada saran gak pake apa?


Leave a Reply